UMKM

Merasakan Kriuknya Brambang Goreng Bapak Suyanto

Brambang goreng, komoditi sayuran yang satu ini memang sudah mendarah daging dan menjadi favorit masyarakat Indonesia. Bawang merah biasanya digunakan sebagai bumbu dapur pelengkap masakan, atau bisa juga digoreng dan menjadi penyedap rasa alami yang bakal bikin kita yang makan ke enakan.

Bawang merah goreng, atau masrayakat Kediri menyebutnya brambang goreng juga biasa kita temui sebagai pelengkap makanan, seperti bakso, nasi goreng, mie soto, rawon dan masih banyak lagi.

Kesempatan yang besar ini, banyak dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk membuka usaha berjualan bawang merah sebagai bahan baku, dan ada juga yang menjual dalam bentuk yang sudah diolah.

Salah satunya adalah Bapak Suyanto (60) sejak tahun 1999 sudah mulai merintis usahanya. Awal mulanya beliau memiliki ide berjualan brambang goreng adalah saat merantau ke Surabaya. Saat itu beliau hanya berjualan bawang merah mentah mengeliling kota Surabaya menggnakan sepeda motor. Namun usahanya harus mengalami kegagalan setelah beberapa tahun.

Kemudian Bapak Suyanto melihat peluang usaha yang lain. Berangkat dari keluhan konsumennya yang tidak mau mengupas dan menggoreng bawang merah sendiri, akhirnya Bapak Suyanto mepersiapkan diri untuk memulai usaha brambang goreng dibantu oleh sang istri.

Bapak Suyanto dan istri mulai mengolah bawang merah dan dipasarkan, hasilnya sangat memuaskan, karena pelangganya merasa cocok. Permintaan brambang Goreng pun meningkat tajam.

Peluang usaha Bapak Suyanto di Surabaya diturunkan ke kampung halamanya di Desa Kampung Baru, Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. Bapak Suyanto mulai mengembangkan usaha brambang gorengnya dengan Istrnya Winarti (52) yang sangat setia menemani.

Brambang goreng Bapak Suyanto memiliki merek dagang bernama “Baru Rasa”. Beliau juga sudah merekrut karyawan sebanyak 6 orang. Menurut Bapak Suyanto, jika bahan baku banyak dan permintaan meningkat, bisa sampai 10 orang karyawan.

Brambang boreng milik Bapak Suyanto ini setiap harinya menghabiskan 4 kwintal bawang merah mentah. Setelah diolah beratnya bisa sampai 150 s/d 200 kg dan itu tergantung dari kuwalitas bahan bakunya.

Untuk bahan baku Bapak Suyanto mengambil dari kabupaten Nganjuk. Terkadang juga dari bawang Lokal kabupaten Kediri seperti, Siman dan Sekoto. Sedang untuk pemasarannya Bapak Suyanto menyasar sebagain besar wilayah Kediri, Nganjuk, Tulungagung, Blitar, Jombang dan sampai ke Surbaya.

Untuk pengemasan brambang gorengnya, Bapak Suyanto menyiapkan ukuran dari 1 nos sampai dengan ukuran box seberat 5 kg. Secara kualitas brambang goreng, Bapak Suyanto membaginya ke beberapa tingkat, yaitu  A, B dan C.

Harga brambang gorengnya sendiri dipatok mulai dari Rp.35.000 s/d Rp.40.000. Selain meproduksi brambang goreng dari bawang merah, Bapak Suyanto juga menyediakan bawang putih goreng dengan harga yang lebih mahal, harganya berkisar Rp. 50.000.

Ketika ditemui oleh Tim, Bapak Suyanto mengatakan bahwa kendala yang dihadapi saat ini adalah pemasaran. Menurutnya ini dikarenakan persaingan ketat dengan pengusaha yang menyasar sektor yang sama. Selain kendala pemasaran, kebutuhhan alat untuk mengemas pengemasan juga dibutuhkan. Hal ini mengingat kemasan produk juga menentukan kuwalitas.

Kualitas dari brambwang goreng “Baru Rasa”  diakui lebih baik dan lebih gurih dari produk brambang goreng lainnya. Hal ini juga diakui oleh pelanggan dan konsumen yang telah merasakan sendiri brambang goreng “Baru Rasa” hasil olahan Bapak Suyanto.

Ingin merasakan gurih dan nikmatnya bawang goreng Bapak Suyanto? Kamu bisa datang langsung ke alamatnya di : Desa Kampung Baru, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri atau kalau kamu pengen langsung pesan, bisa mengubungi nomor kontaknya di : HP 081 251 726 382.

Baca juga QnA Tentang Follow Kediri

Komentar Yuk

Tinggalkan Balasan

Close
Close