Seni Budaya

Cambuk Tiban, Ritual Pemanggil Hujan Khas Kediri

Follow Kediri – Pada hari Sabtu, 8 September 2018 telah diadakan sebuah Pagelaran Kesenian Tiban yang diselenggarakan di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Acara ini pun mendapat respon positif dari masyarakat sekitar.

“Masyarakat sangat antusias dan datang secara langsung untuk menonton kesenian Cambuk Tiban di Balai Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.” Tutur Komarudin, Kepala Dusun Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Para pelaku kesenian Cambuk Tiban ini tak hanya berasal dari Kediri, namun juga berasal dari berbagai daerah seperti Blitar dan Tulungagung. Mereka berkumpul dan saling mengadu ketangkasan saat memainkan cambuk yang diiringi dengan ritme musik tradisional yang khas.

“Kesenian Cambuk Tiban ini melibatkan 2 orang yang naik ke atas gelanggang atau panggung sambil bertelanjang dada.” Katanya.

Kemudian gerakan kedua orang tersebut terlibat aksi saling cambuk secara bergiliran. Sebelum acara dimulai, mereka mendapat arahan serta instruksi dari wasit untuk tidak menyerang organ tubuh yang dianggap vital dan membahayakan.

Ritme dari alunan musik tradisional gamelan membuat mereka tambah bersemangat dan terus bergerak sambil menghentakan cambuk yang digenggamnya sesekali untuk menyerang tubuh lawan.

“Cambuk yang digunakan oleh para peserta ini terbuat dari bahan lidi pohon Aren atau lebih dikenal dengan sebutan ujung,” ujarnya.

Walaupun para pemain terluka akibatt sabetan cambuk, mereka tidak begitu menghiraukannya. Begitu acara tersebut selesai, mereka langsung saling berjabat tangan dan berpelukan satu sama lain yang mengisyaratkan bahwa tidak ada rasa dendam antara mereka.

“Tiban ini merupakan budaya asli dari Desa Surat, artinya ya turun temurun. Istilahnya, kegiatan seperti ini diuri-urilah (dirawat),” tuturnya.

Acara Kesenian Cambuk Tiban ini diadakan pad saat perayaan HUT RI atau saat memasuki musim kemarau. “Rata-rata diselenggarakan dalam rangka HUT RI dan pada waktu musim kemarau atau pun untuk mengundang hujan,” katanya.

Kesenian ini diikuti berbagai lapisan golongan masyarakat. Bahkan seorang anggota polisi pun turut naik ke atas panggung untuk meramaikan pagelaran acara tersebut.

Baca juga topik Seni Budaya lainnya :

Menurut Bripka Agus (Anggota Babbin Kamtibmas) mengatakan bahwa kesenian Cambuk Tiban merupakan budaya atau identitas jati diri suatu daerah yang wajib dan perlu dilestarikan. Karena tugas darin Babin Kamtibmas itu harus dekat dengan masyarakat, jadi apa yang telah menjadi keinginan masyarakat harus diikuti.

“Karena masyarakat di sini sangat mencintai kesenian tradisional Cambuk Tiban, maka saya ikut berpartisipasi dan berusaha mengembalikan gairah tentang seni tradisi Cambuk Tiban,” ujar Bripka Agus.

Komentar Yuk

Close
Close