Kuliner

Daging Codot, Santapan Kuliner yang Menguji Nyali

Follow Kediri – Codot yang dalam bahasa latin di sebut Cynopterus Spinx merupakan salah satu jenis kelelawar dengan spesies C.Spinx. Daging hewan malam ini memiliki rasa yang gurih dan lezat. Selain itu juga diyakinin dapat menyembuhkan penyakit asma.

Hal ini membuat beberapa warga desa Manyaran Kabupaten Kediri Jawa Timur, menjadikan perburuan codot sebagai mata pencaharian utama. Setiap malam, para pemburu mencari codot dengan berbekal jaring dan karung di kawasan Pare Jawa Timur.

Pengolahan codot cukup mudah. Tahapan utama adalah memotong bagian sayap dan kaki, lalu memisahkan dari tubuh codot. Kemudian dibakar untuk menghilangkan bulu-bulu yang masih menempel pada bagian tubuh.

Setelah dicuci bersih, mamalia pemakan buah ini direbus dengan rempah yang telah disediakan. Sisihkan air yang digunakan untuk merebus daging codot. Tahapan terakhir yang dilakukan adalah menggoreng hingga matang dan codot siap untuk dihidangkan.

Selain diolah dengan cara digoreng, daging codot biasanya dipotong kecil-kecil lalu diolah menggunakan bumbu bali dengan dominan rasa pedas. Hal ini dilakukan karena banyak orang yang awalnya tidak mau mengkonsumsi daging codot karena bentuknya yang terlihat meringis dan menakutkan.

Namun apabila sudah merasakan daging codot yang lezat pasti akan ketagihan. Kuliner unik ini bisa dengan mudah didapatkan di Desa Manyaran dan Desa Gayam Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

daging codot

Kuliner Codot

Codot memiliki daging yang lezat  dan juga berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit asma atau sesak nafas. Awalnya, khasiat daging codot ini hanya sekedar informasi yang disampaikan dari mulut ke mulut dan belum teruji secara klinis. A

kan tetapi salah seorang Analis kesehatan dari Kota Kediri telah melakukan pengujian terhadap zat yang terkandung dalam daging codot. Rebusan air yang digunakan untuk memasak daging codot tadi yang dimanfaatkan untuk melakukan terapi bagi penderita asma dengan cara diminum setiap hari.

Daging codot mengandung zat kitotefin yang berfungsi untuk menstabilkan membran sel mastosit khususnya bagi penderita asma. Asma yang terjadi karena alergi dapat dicegah dengan adanya kandungan kitotefin pada daging codot.

Kitotefin dapat merangsang terbentuknya antibodi pada tubuh, dan antibodi tersebut melekat pada sel mastosit. Sel mastosit sangat berguna untuk mencegah terjadinya pecah membran. Pecahnya membran bisa membentuk otot-otot polos pada saluran pernafasan berkontraksi. Terjadinya kontraksi ini mengakibatkan saluran nafas mengalami penyempitan dan menimbulkan asma.

Baca juga topik Kuliner lainnya :

Saat proses perebusan zat kitotefin yang dominan terkandung dalam hati codot sudah larut bersama air pada saat direbus. Selain itu setelah digoreng kandungan kitotefin sangat berkurang karena telah terjadi proses pemanasan yang lebih lagi pada saat digoreng.

Selain itu, apabila membeli daging codot yang matang, dikhawatirkan penggunaan minyak yang tidak sehat justru memicu terjadinya batuk dan mengakibatkan sesak nafas.

Codot memang memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit asma. Ririn sebagai analis kesehatan yang melakukan pengujian terhadap daging codot mengatakan bahwa, lebih baik membeli codot mentah lalu mengolahnya sendiri apabila digunakan untuk obat asma, karena proses pengolahan yang kurang tepat berdampak pada hilangnya zat kitotefin yang terkandung dalam daging codot.

Sangat disarankan apabila pengolahan codot dilakukan dengan suhu di bawah 150 derajat celcius. Memang sih, jika dilihat dari tampilannya codot terlihat begitu menjijikkan, namun dengan rasa yang nikmat dan khasiat yang besar, apakah tetap tidak mau mencoba?

Komentar Yuk

Close
Close