What'S Up

Sueger! Kediri Hujan Nanas di Festival Nanas 2018

Follow Kediri – Kemarin, tepatnya Minggu (30/9) Kelud bagaikan hujan nanas! Hah? Hujan nanas? Iya, sebanyak 7000 buah nanas sukses dan lancar dibagikan kepada ribuan masyarakat yang dari sejak pagi sudah memadati rest area depan teater Kelud. Masyarakat sekitar lebih sering menyebutnya sebagai Kenduri Nanas.

Para wisatawan lokal maupun luar daerah cukup antusias melihat dan bergabung dalam kegiatan ini. Pengunjung yang datang bukan hanya dari daerah sekitar Kediri saja loh, melainkan sampai dari luar kota seperti Surabaya, Blitar dan Malang. Kegiatan ini sangat ramai, mereka rela berebut, bersenggolan bahkan berdesa-desakan hanya karena ingin mendapatkan buah nanas kelud yang terenal dengan rasanya yang manis.

Serunya menyaksikan upacara tumpeng nanas

Kegiatan ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB, dimana arak-arakan tumpeng dari balai Desa Sugihwaras dibawa ke rest area Gunung Kelud dan diletakan di sekeliling tumpeng nanas raksasa. Banyak warga yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, seperti kelompok tani Kecamatan Ngancar, perkumpulan wanita tani, tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya.

Sebelum proses upacara berlangsung, pengunjung diizinkan untuk mengabadikan moment tersebut. Karena kegiatan ini hanya setahun sekali diadakan, tak heran banyak masyarakat yang berfoto dengan tumpeng nanas tersebut. Nah, setelah itu tepatnya pukul 11.00 WIB prosesi upacara dimulai. Untuk prosesi upacara ini dipimpin langsung oleh Mbah Ronggo dan didoakan dengan beberapa keyakinan, seperti dari Islam dan Kristen.

“Terselenggaranya upacara tumpengan nanas ini merupakan salah wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi limpahan berkah kepada kami semua. Dan kedepan semoga Kabupaten Kediri semakin gemah limpah loh jinawi,” kata mbah Ronggo saat ditemui tim Kominfo.

Ini dia yang paling ditunggu-tunggu

Setelah prosesi upacara selesai, tumpeng nanas raksasa dibagikan oleh panitia. Inilah moment dimana warga yang hadir mulai berebut untuk mendapatkan buah hasil bumi dari Gunung Kelud ini. Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno juga terlihat hadir dan menyaksikan pembagian tumpeng nanas tersebut.

Beliaupun juga melihat potensi buah lokal di setiap stand dan membeli untuk persediaan di rumah. Saat berada di stand Kecamatan Ngancar, beliau membeli beberapa kg buah alpukat.

Zain, salah satu pengunjung mengatakan, setiap tahun saat Festival Kelud ia berusaha menyempatkan diri untuk datang berebut nanas. “Selain menikmati acaranya, berebut nanas ini juga sebagai upaya ambil barokah yang sudah didoakan sesepuh agar banyak berkah buah yang musim pada saat ini,” katanya.

Komentar Yuk

Tinggalkan Balasan

Close
Close