Seni Budaya

Hikayat Kesenian Jaranan Kediri

Follow Kediri – Taukah kamu apa itu kesenian jaranan? Jaranan Kediri adalah salah satu kesenian tarian daerah yang memiliki ciri khas yaitu adanya suara gamelan yang rancak, tabuhan gendang dan gong serta tiupan terompet.

Pegalaran kesenian Jaranan Kediri biasanya diadakan ketika ada event tertentu, seperti bersih desa atau nyadranan, Hari Kemerdekaan atau tasyakuran. Yang menarik dari kesenian Jaranan Kediri ini bukan hanya alur ceritanya, namun adanya unsur magis dan akrobatiknya yang menegangkan.

Bagi kamu yang tinggal di perkotaan, pasti akan terasa asing mendengar Jaranan Kediri. Ya kan? Nah, karenanya kali ini kita akan mengulas sedikit tentang kesenian Jaranan Kediri. Sekalipun kamu belum pernah menyaksikan secara langsung, setidaknya bisa kenal terlebih dulu.

Perlu dicatat juga, kesenian Jaranan Kediri memiliki 4 variasi. Apa saja itu? yuk simak ulasan berikut ini.

Macam-macam variasi Jaranan Kediri

Ada 4 macam Jaranan di Kediri yang sering di tampilkan, diantaranya jaranan Senterewe, Jaranan Pegon, Jaranan Dor, dan Jaranan Jowo. Diantara keempat ini tentunya memiliki banyak kesamaan dan sedikit perbedaanya, seperti pakaian, atribut, alat, musik dan seni tarinya. Untuk tau lebih banyak, yuk kita baca penjelasannya :

1. Jaranan Jowo

Jaranan Jowo memiliki karakteristik yang sederhana, baik peralatan maupun busananya. Jaranan jowo ini terkenal memiliki unsur magis/mistis dalam tariannya. Pada puncaknya penari akan mengalami Trance atau (ndadi dalam bahasa jawa) atau kerasukan roh halus sehingga membuat penarinya melakukan atraksi yang menegangkan.

2. Jaranan Dor

Jaranan Dor memiliki kertarikanya di humornya yang dalam bentuk tarian. Jarangan dor memiliki unsur musik yang berbeda dengan yang lainnya, karena Jaranan Dor menggunakan alat musik yang bernama jedor. Bagi kamu pencinta seni musik dan humor, tidak ada salahnya nih mencoba menonton varian jaranan yang satu ini.

3. Jaranan Pegong

Jaranan Pegong ini di lebih dikenal dengan kreatifitas gerakannya dengan iringan musik yang dinamis. Busana dan aksesoris penaripun terlihat lebih meriah dibandingkan yang lain.

4. Jaranan Senterewe

Jarangan Senterewe menampilkan cerita tentang prajurit yang berkuda. Kostum mereka juga unik loh karena menyerupai wayang orang, ditambah aksesoris seperti kaca mata hitam, kaos kaki dan juga sepatu.

Jaranan Senterewe menjadi salah satu yang paling digemari diantara yang lain karena membawa unsur modern di dalamnya, seperti adanya musik dangdut dan campur sari.

Kesenian Jaranan Kediri

Sejarah Jaranan Kediri

Kesenian Jaranan Kediri ini muncul sejak abad ke 10 Hijriah, yaitu tepatnya tahun 1041. Tahun ini adalah tahun dimana Kerajaan Kahuripan di bagi menjadi 2, yaitu Jenggala dan Panjalu.

Raja Airlangga memiliki seorang putri cantik yang bernama Dewi Sangga Langit. Pada saat itu, banyak sekali yang tertarik dengan kecantikan Dewi Songgo. Namun sayangnya, Dewi Songgo tidak ingin menikah dan lebih memilih untuk menjadi petapa saja.

Prabu Airlangga tetap memaksanya untuk menikah. Dewi Songgo akhirnya ingin menikah namun dengan satu permintaan, yaitu barang siapa yang dapat membuat kesenian yang belum pernah ada di Pulau Jawa, maka itu akan menjadi suaminya.

Baca juga topik Seni Budaya lainnya :

Banyak sekali yang melamar Dewi Songgo, diantaranya Klono Sewandono dari Wengker, Toh Bagus Utusan Singo Barong Dari Blitar, Kalawraha seorang adipati dari pesisir kidul, dan 4 prajurit yang berasal dari Blitar. Semua pelamar bersama-sama mengikuti sayembara yang diadakan oleh Dewi Songgo Langit. Para pelamar ini berangkat dari tempatnya masing-masing ke Kediri untuk memenangkan sayembara tersebut..

Dalam perjalanan, beberapa pelamar sudah bertemu di jalan dan akhirnya bertengkar sebelum sampai di Kediri. Pertengkarang tersebut terjadi antara Klana Sewandono atau Pujangganom dengan Singo Ludoyo. Yang akhirnya dimenangkan oleh Pujangganom. Namun, pada saat kekalahan Ludoyo, rupanya ia sudah memiliki janji dengan Pujangganom agar ia tidak dibunuh. Janji itu disepakati oleh Pujangganom.

Tetapi Pujangganom mengajukan satu syarat, yaitu Singo Barong harus mengiring pernikahannya dengan Dewi Sangga Langit ke Wengker. Ia meminta agar Iring-iringan temanten itu harus diiringi oleh jaran-jaran dengan melewati bawah tanah yang sembari dilantunkan alat musik yang berasal dari bambu dan besi.

Nah, kesenian Jaranan ini diadakan masyarakat Kediri untuk mengenang sayembara yang diadakan oleh Dewi Songgo Langit dan pernikahannya. Kesenian ini bersifat turun temurun sampai sekarang ini, jadi sudah ribuan tahun loh!

Menarik sekali bukan? Sudah pernah nonton kesenian Jaranan Kediri belum?

Komentar Yuk

Tinggalkan Balasan

Close
Close