Kuliner

Nasi Goreng Anglo, Lezatnya Gak Bisa Move On

Follow Kediri – Nasi Goreng Anglo merupakan salah satu makanan yang direkomendasikan bagi mamu para pecinta kuliner yang tengah berada di Kediri, Jawa Timur. Nasi goreng Anglo dapat dengan mudah ditemukan di wilayah Kediri. Dikarenakan hampir semua pedagang nasi goreng di sana memasaknya dengan menggunakan Anglo.

Nasi goreng yang satu ini sebenarnya sama dengan nasi goreng pada umumnya. Begitu pun bumbu-bumbu yang digunakan, hampir tidak ada perbedaan dengan nasi goreng yang sering kita temui. Yang unik disini ialah cara memasaknya. Yakni menggunakan tungku atau kompor yang terbuat dari tanah liat, dan Api yang dihasilkannya juga berasal dari arang.

Penggunaan arang dan Anglo inilah yang membuat sensasi rasa masakan yang tak biasa. Aroma yang dihasilkan dari nasi gorengnya menjadi semakin kuat dan dengan rasa yang tentunya tidak kalah lezat. Perbedaan lain dari nasi goreng Anglo adalah takaran memasaknya. Pada umumnya, nasi goreng ini hanya satu porsi sekali masak. Jadi, berapapun jumlah porsi yang dipesan, memasaknya tetap dilakukan satu persatu.

nasi goreng anglo Kediri

Cerita Nasi Goreng Anglo

Salah satu penjual nasi goreng Anglo adalah Nasi Goreng Bram yang bertempat di kios lapangan Dkamungan 18, Jl Singosari Kelurahan Dkamungan, Kota Kediri. Si pemilik kios yaitu Abram Yudhasmara Pramudhito menuturkan warungnya itu buka mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB setiap harinya.

Abram berkomitmen selalu menjaga cita rasa masakannya dengan bumbu-bumbu tradisional. Selain nasi goreng, dia juga menyediakan Nasi Mawut atau nasi goreng yang dicampur dengan mie. Tersedia juga menu lain seperti sop sayur, mie kuah, dan krengsengan ayam.

Baca juga topik Kuliner lainnya :

Selain mangkal di tempat itu, pemuda ini mengaku kerap mendapat kepercayaan untuk menyediakan nasi goreng dan menu-menu lainnya ketika ada hajatan. “Kebanyakan yang mengundang dari kalangan Tionghoa,” ujarnya. Soal harga masih relatif terjangkau. Untuk tiap porsi nasi goreng, mie, nasi mawut dibanderolnya dengan harga Rp 12.000. Sedangkan untuk krengsengan ayam harganya Rp 25.000 saja.

Abram mengatakan, keahlian memasaknya itu didapat dari belajar pada beberapa ahli nasi goreng di Kediri. Ia mengasahan kemampuan memasaknya sejak masih duduk di bangku SMP. “Mulai tahun 2004 saat masih SMA saya buka sendiri dengan jualan keliling,” begitu ungkapnya.

Setelah mendapatkan cukup banyak pelanggan, dia berganti dengan menetap di satu tempat yaitu di trotoar. Cara ini dilakukannya hampir 9 tahun hingga kemudian menyewa kios hingga saat ini. Dari hasil usaha nasi gorengnya itu, Abram kemudian menyewa kios dan sanggup membiayai kuliahnya sendiri hingga selesai di Fakultas Hukum UNISKA Kediri.

Bagi Kamu yang sedang berada di Kediri, jangan lupa ajak keluarga dan kerabat untuk mencoba kuliner yang satu ini.

Komentar Yuk

Tinggalkan Balasan

Close
Close