Inspiratif

Secarik Kisah dari Sang Pelopor Kampung Inggris, Mr. Kalend

Follow Kediri – Siapa yang tidak kenal Kampung Inggris? Kampung Inggris merupakan tempat kursus Bahasa Inggris terbesar di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 1997. Ribuan pelajar dari berbagai kota bahkan dari luar negeri pernah belajar disana. Tapi apakah kamu tau siapa pelopor dari tempat kursus yang terletak di Kecamatan Pare, Kediri ini?

Mengenal Mr.Kalend

Mohammad Kalend Osen, pria kelahiran 20 Februari 1945 ini adalah sosok dibalik lahirnya Kampung Inggris. Pria asal Kutai Kartanegara ini masuk di Pondok Modern Gontor pada tahun 1972.

Ketika usianya menginjak 27 tahun tepatnya pada tahun 1976 ia memilih pindah ke Pare untuk belajar kepada KH Ahmad Yazid di Pondokan Darul Falah Tulungrejo. Disini ia belajar materi Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Tafsir Quran, Riyadush Shalihin, dan lainnya.

Ketika itu, dia memperhatikan beberapa peringatan hari besar Islam yang dinilainya masih kurang dalam hal membawakan acara serta pidato panitia, karena itulah Kalend berinisiatif membuka kursus dasar pidato.

Sekitar 5 bulan tinggal di Pare, Kalend kedatangan dua orang mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya. Awalnya mereka berniat menemui KH Yazid untuk belajar Bahasa Inggris karena lima hari lagi akan menghadapi ujian negara.

Namun, kala itu KH Yazid tengah berada di Majalengka dan baru pulang satu bulan kemudian. Maka oleh istri KH Yazid, dua mahasiswa ini ditunjukkan pada Kalend Osen. Dari dua pemuda inilah putra pasangan Osen dan Jariyah ini merintis kursus bahasa Inggris. Karena informasi yang disebarkan oleh kedua murid pertamanya itu, tempat kursus ini semakin ramai dan muridnya semakin bertambah banyak.

Membanggun kualitas tinggi walaupun materi rendah

Lembaga kursus milik Kalend bernama Basic English Course (BEC) yang berdiri pada 15 Juni 1977 dengan tempat belajar di halaman masjid Darul Falah ini sempat vakum pada 1978-1979 karena Kalend harus mengajak istrinya Fatimah AS pulang ke kampungnya di Kalimantan Timur.

Namun melihat banyaknya kiriman surat yang berisi permintaan melanjutkan program kursus tersebut, maka Mr.Kalend yang memiliki moto hidup ‘membangun gubuk di alam nyata lebih baik daripada membangun mahligai di alam khayal’ ini memulai lagi kursusnya pada tahun 1980.

Meskipun tempat kursusnya sering mendapat banyak cibiran karena memberikan materi yang dinilai terlalu dasar, namun Kalend tidak buru-buru mengubah kurikulumnya. Sebab, dia berprinsip ‘lebih baik materi rendah dengan kualitas tinggi daripada materi tinggi tapi kualitas rendah’.

Baca juga topik Inspiratif lainnya

Jika kalian kursus disini, jangan heran kalau kamu diwajibkan untuk berbahasa inggris setiap hari dalam lingkungan asramah atau camp dan apabila ada yang melanggar peraturan tersebut maka akan dikenakan Hukuman (Punishment) sesuai dengan peraturan lembagah kursus mereka belajar. Berbagai konsep belajar menarik dibuat untuk meningkatkan skill bahasa inggris para pelajar.

Tujuan akhir dari Kampung Inggris ini adalah siswa harus bisa berkomunikasi dengan orang asing yang berbahasa Inggris. Untuk menyelesaikan studi disini, mereka menerapkan ujian akhir berupa melakukan percakapan dengan turis internasional dan meminta penilaian pada turis tersebut mengenai kemampuan siswa secara objektif.

Belajar bahasa inggris menjadi mudah dan menyenangkan, bukan?

Komentar Yuk

Close
Close