Seni Budaya

Karmiadi, Sang Pengrajin Wayang Dari Bogo Kidul

Follow Kediri – Saat ini, jumlah pengrajin wayang memang tidak sebanyak pekerja kantoran. Namun, berbeda di Desa Bogokidul Kecamatan Plemahan. Sebagai kebudayaan bangsa yang perlu dilestarikan, wayang juga menjadi salah satu mata pencaharian penduduk setempat. Tak heran jika UMKM pengrajin wayang cukup banyak dimiati, sebut saja salah satunya Karmiadi.

Pemerintah Desa Bogokidul sendiri mendorong agar pelaku UMKM bisa memperkenalkan produknya hingga ke luar daerah. Banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya dengan mengikuti pameran yang diselenggarakan baik se-kecamatan maupun kabupaten.

Mengikuti pameran untuk melestarikan wayang

Wayang adalah kerajinan khas yang perlu diperkenalkan dan tidak boleh dilupakan. Itulah alasan mengapa wayang ini hampir tidak pernah absen mengikuti pameran Andik Setya selaku Kades Bogokidul juga sangat mendukung wayang untuk ikut setiap kegiatan pameran. Bukan hanya pameran, tapi segala bentuk dukungan untuk pelestarian budaya itu harus tetap dijaga dengan baik.

“Kita sangat mendukung untuk selalu ikut pameran.” Katanya.

Karmiadi sebagai salah satu pengrajin wayang yang sering mengikuti pameran sudah melakoni pembuatan wayang ini sejak 30 tahun silam. Sudah cukup lama, bukan? Tak heran makanya banyak jenis wayang yang sudah ia buat dan kreasikan. Dari yang sederhana hingga yang sangat rumit.

Karmiadi, Sang Pengrajin Wayang Dari Bogo Kidul

Wayang apa saja ya?

Berbagai jenis wayang sudah dibuat oleh Karmiadi seperti wayang kertas, wayang dari bahan talang karet dan juga wayang kulit. Wayang hasil karya Karmiadi cukup banyak penggemarnya loh. Selain produknya yang berkualitas, harganya juga terjangkau dan bervariasi. Hal ini ditentukan oleh tingkat kerumitan saat pembuatan wayang tersebut.

“Mulai yang kecil Rp 25 ribu, sampai Rp 300 ribu. Itu untuk wayang kertas,” ungkapnya.

Dari perempatan jadi kesempatan!

Permintaan wayang Karmiadi semakin meningkat tahun demi tahun. Dulunya, ia hanya berjualan di perempatan Desa Bogo. Saat ini ia seringkali kebanjiran order dari luar pulau Jawa, bahkan dari luar negeri juga loh!

Semua ini ia peroleh dari cara ia memperkenalkan produknya. Ayah 6 orang anak itu mengatakan bahwa jika mengikuti pameran-pameran itu sangat menguntungkan. Selain bisa memperkenalkan produknya ke banyak orang, namun juga sekaligus meningkatkan penjualannya.

“Biasanya, kalau pameran bisa puluhan wayang yang terjual,” terangnya.

Dalam menghadapi pekerjaan tentu tidak selamanya menyenangkan. Itu juga yang dihadapi Karmiadi. Saat ini ia mengalami kesulitan terkait tenaga kerja. Selama ini, ia membuat wayang hanya seorang diri tanpa ada yang membantu. Sehingga disaat pesanan sedang meningkat, ia jadi merasa sangat kewalahan.

“Semoga segera ada yang bisa membantu saya, tidak hanya bisa membuat tapi juga mau ikut melestarikan wayang ini,” pungkasnya.

Komentar Yuk

Close
Close