Follow Desa

TMMD : TNI Manunggal Membangun Desa untuk Mojo

Follow Kediri – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan program TNI untuk membantu desa dalam memperbaiki sarana dan prasarana, termasuk jalan. Sarana dan prasarana transportasi ini yang akan menghubungkan suatu desa/daerah dengan desa/daerah yang lain.

Program ini juga merupakan salah satu wujud operasi bhakti TNI, yang adalah program kolaborasi lintas sektoral antara TNI dengan pemerintah. Program ini dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyrakat, untuk meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi dan juga daerah perbatasan.

TMMD membangun jalan untuk Mojo

Program ini juga diadakan di wilayah Jawa Timur, yaitu Kediri. Saat ini di Kediri masih pra TMMD, dan programnya akan segera dibuka tepatnya tanggal 16 Oktober 2018. Di Kediri sendiri, program TMMD ini terpusat di kecamatan Mojo, tepatnya di Desa Jugo dan Desa Blimbing.

Kedua Desa ini saling berbatasan, letaknya pun di lereng Gunung Wilis dimana medan untuk menempuhnya cukup sulit. Ya, jalan menuju desa tersebut harus melewati perbukitan yang sangat terjal.

Menurut Kepala Desa Jugo, jalan perbukitan terjal itu merupakan satu-satunya akses terdekat untuk mengunjungi Desa Blimbing. Kalau tidak, maka mereka harus memutar jalan dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama.

Sehingga kegiatan TMMD yang akan membangun infrastruktur jalan rabat beton diantara perbatasan kedua Desa ini sangatlah membantu para warga. Panjang jalan rabat beton untuk Desa Jugo adalah sepanjang 667 meter. Sedangkan panjang untuk Desa Blimbing adalah sepanjang 1.115 meter dengan lebar jalan 3 meter dan ketebalan 15 cm.

Jalan rabat beton yang dibangun ini bukan hanya sebagai akses jalan alternatif, tapi juga banyak manfaat lainnya yang bisa digunakan oleh warga. Seperti sebagai akses membawa hasil pertanian saat panen tiba. Hasil pertanian yang utama dari Desa Jugo ini adalah tanaman cengkih.

TNI dan Warga Bergotong Royong

Program ini sudah berlangsung, dan bukan hanya 10 anggota TMMD yang terjun ke lapangan setiap harinya melainkan juga warga sekitar ikut bahu-membahu membangun jalan rabat beton ini.

Disampaikan oleh Danramil Kras Supriyadi, salah satu pengawas kegiatan pra TMMD yang sudah mendapat dua kali giliran menjadi pengawas mengatakan bahwa mereka bekerja dari pagi hingga sore setiap harinya agar cepat selesai.

“Setiap hari kami bekerja mulai pukul 07:00 WIB sampai jam 16:00 WIB. Masyarakat juga ada yang membantu pekerjaan disini, biasanya ada 5 sampai 10 orang yang membantu. Gotong-royong memang sangat dibutuhkan agar pekerjaan ini cepat selesai dan jalan bisa segera dilalui oleh masyarakat,” harapnya.

Baca juga artikel Follow Desa lainnnya :

Namun, tentunya dalam proses ini tidak selamanya berjalan mulus. Banyak kendala yang mereka hadapi. Salah satunya adalah medan yang terjal sehingga alat-alat berat sulit untuk menjangkaunya.

Awalnya mereka hanya bisa menggarap 10-15 meter perhari, tapi sekarang diakui mereka bahwa sudah lebih mudah sehingga bisa menggarap hingga 35 meter perhari.

Semoga program pembangunan jalan rambat beton ini segera selesai ya dan bisa membantu akses jalan warga sekitar, maju terus!

Komentar Yuk

Close
Close